Putih rintik embun,
Menitis segar membasahi kuntum suci,
Indah merah tidak terjamah,
Biar dibisik kering sinarnya mentari,
Bugar…mekar…memukau pandang,
Harum…subur…menggamit hati,
Sempurna tiada cela,
Kembang mewangi membongkar suratan,
Di kucup kuntum kelopak kasih,
Namun pangkal digenggam tidak,
Di hidu harum kuntum harapan,
Namun duri membatas niat,
Indah benar mimpi itu,
Datang sayu sarat mentafsir,
Tinggi capai angan itu,
Jelma hiba takwil sarhad,
Di situ kuntum merah mekar,
Bukan di sini harum melata,
Manakan bisa kemarau menatang bugar,
Tika tanah gersang menanti,
Biar bugar…mekar..kembang…dan harum,
Di telapak subur dingin air,
Kering nyatakan luruh hina,
Kecewa…

Hi..awak.
Just to let you know.. saya suka sangat baca sajak awak..
Its deep and meaningful..
safa: really? thanks…=)